Pemerintah Pastikan Pangan Aman & Terjangkau Selama Lebaran
EkonomiPemerintah Pastikan Pangan Aman & Terjangkau Selama Lebaran Dr. Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stok dan distribusi pangan nasional berada dalam kondisi yang aman serta harga-harga komoditas pangan pokok tetap stabil menjelang Hari Raya Idulfitri 2025. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Bazar Pangan Murah yang diselenggarakan di lingkungan Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, pada akhir pekan lalu.
Dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (23/3), Menteri Pertanian menyampaikan bahwa Pemerintah terus mengupayakan stabilitas pasokan serta harga pangan guna memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga yang wajar, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.
“Pemerintah tetap konsisten menjaga ketersediaan pangan yang memadai dan harga yang terjangkau bagi seluruh masyarakat, khususnya menjelang Idulfitri. Kami tidak hanya memastikan ketersediaannya, tetapi juga menjaga agar distribusinya merata dan tidak terjadi lonjakan harga di pasar,” ujar Menteri Andi Amran.
Pemerintah Pastikan Pangan Aman Dan Setabil
Kegiatan Bazar Pangan Murah tersebut diinisiasi oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) sebagai bentuk kontribusi sosial kepada masyarakat sekitar kampus. Kementerian Pertanian memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut yang dinilai sejalan dengan program nasional dalam menjaga ketahanan pangan dan keterjangkauan harga bahan pokok.
Dalam laporannya, Menteri Amran menyebutkan bahwa cadangan beras nasional saat ini mencapai angka 2,2 juta ton. Jumlah ini merupakan yang tertinggi selama tujuh hingga delapan tahun terakhir. Data tersebut menunjukkan kesiapan negara dalam menghadapi momen permintaan tinggi terhadap bahan pangan, termasuk saat bulan Ramadan dan menjelang perayaan Lebaran.
“Cadangan beras nasional telah kami siapkan dengan baik. Jumlahnya saat ini berada di angka yang sangat aman. Selain beras, komoditas lain seperti cabai yang sempat mengalami kenaikan harga pun kini sudah kembali stabil. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kemungkinan lonjakan harga yang biasa terjadi menjelang hari raya,” imbuhnya.
Menteri Amran yang juga menjabat sebagai Ketua Presidium Perhimpunan Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni), mengapresiasi kolaborasi antara Iluni UI dan Kementerian Pertanian dalam penyelenggaraan pasar murah tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi contoh sinergi yang baik antara unsur pemerintah, akademisi, dan organisasi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari kerja sama lintas sektor yang mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan menjual bahan pokok kepada masyarakat dengan harga di bawah pasar, secara langsung kita membantu menekan inflasi pangan dan menjaga daya beli masyarakat,” ucapnya.
Dalam rangka memperluas dampak positif kegiatan ini, Kementerian Pertanian sebelumnya telah menjalankan program serupa melalui kerja sama dengan PT Pos Indonesia. Program tersebut mencakup distribusi bahan pangan pokok, seperti beras dan bawang putih, ke berbagai daerah secara langsung. Tujuannya adalah menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, sekaligus menstabilkan harga di tingkat konsumen.
Terjangkau Selama Lebaran
Lebih jauh, Menteri Amran juga menyalurkan bantuan langsung kepada para pekerja outsourcing di lingkungan Universitas Indonesia. Bantuan tersebut bernilai Rp100 juta dan diharapkan mampu memberikan dukungan konkret kepada pekerja sektor informal yang terdampak oleh kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Saya berharap kegiatan serupa dapat direplikasi di kampus-kampus lain di seluruh Indonesia. Dengan begitu, semakin banyak elemen masyarakat yang dapat merasakan manfaat langsung dari kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum Iluni UI, Didit Ratam, menyampaikan bahwa kegiatan bazar ini terdiri dari dua skema utama. Pertama adalah pembagian 3.000 paket sembako gratis yang ditujukan kepada karyawan UI golongan 1 dan 2, para pekerja outsourcing, serta masyarakat sekitar kampus. Kedua, penyediaan 1.000 paket sembako murah yang dapat ditebus oleh masyarakat dengan harga terjangkau.
“Paket sembako murah yang kami sediakan terdiri atas daging sapi seberat 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, tepung terigu 1 kilogram, dan beras 2 kilogram. Jika dihitung berdasarkan harga pasar, paket ini senilai Rp180.000, namun kami menjualnya hanya Rp100.000,” jelas Didit Ratam.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari kepedulian para alumni UI terhadap isu ketahanan pangan nasional dan penguatan peran masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga menjelang hari raya.
Menurut Didit, kegiatan seperti ini perlu terus diperluas dan ditingkatkan, mengingat banyaknya masyarakat yang membutuhkan akses terhadap bahan pokok dengan harga yang lebih bersahabat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan sektor swasta untuk mengoptimalkan distribusi pangan secara adil dan efisien.
“Kami percaya bahwa program seperti ini dapat memperkuat solidaritas sosial serta memperluas kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebijakan pangan yang inklusif. Ini adalah bentuk gotong royong modern yang sejalan dengan semangat kebangsaan kita,” tambahnya.
Baca Juga : Pertamina Pastikan Stok BBM Di Jatim Aman Siap Jelang Lebaran
Melalui kegiatan bazar ini, tidak hanya kebutuhan masyarakat akan bahan pokok dapat terpenuhi, tetapi juga menjadi momentum edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya sistem distribusi pangan yang merata dan berkeadilan.
Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak demi menjaga ketahanan pangan, mendukung kestabilan harga pasar, dan memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki akses yang layak terhadap bahan kebutuhan pokok, khususnya menjelang Idulfitri.